Jumat, 26 April 2013

Episot Hiji (1)

Bukan Gitu Juga Sih

Entah dari mana awalnya dan dari mana datangnya seorang anak yang begitu hebat dan kuatnya, bukan dari fisik ataupun jasmaninya seorang anak itu.
Ole begitulah orang-orang menyebut anak tersebut, lahir dari keluarga sederhana. Tapi, kedua orang tuanya telah meninggal saat dia masih balita.
Suatu kemudian, saat Ole kelas enam VI (6) dan mau kelulusan tapi dia malah bingung karena neneknya tidak mendukung untuk melanjutkan ketingkat selanjutnya, karena biaya untuk melanjutkan tidak ada, sekolah SD itu juga pun karena biaya pemeritah. Dia mencari-cari info tentang sekolah gratis ke gurunya, teman-temannya, di koran, hingga dia menemukan sekolah gratis dan di biayai oleh pemerintah. Pergilah Ole itu ke sekolah tersebut untuk melakukan tes masuk sekolah gratis itu. Tes demi tes telah dilewati dengan mudah, karena Ole termasuk anak yang pintar semassa dia SD, bahkan dia selalu mendapat rangking pertama dikelas, dan akhirnya dia masuk ke sekolah tersebut.
    Tetes air mata sang nenek dan wajah Ole yang tak tega meninggalkan sang nenek mengiringi perpisahan si Ole untuk pergi ke kota karena letak sekolah tersebut berada di kota, dimana ia dan nenek nya akan sukar bertemu. Ole hanya dibekali pakaian yang sudah kusam, dan peralatan solatnya saja dari neneknya, dia berangkat bersama gurunya.

KE DI SAMBUNG DEUI